how I begin to cry, ramadan is leaving..

kenapa bicaranya tentang mudik? ketupat? dan baju baru?

kenapa sudah bicara sekan sehari ini adalah sehari menuju pembebasan, seakan ramadan adalah penjara?

 hey aku, kalian, kamu… tak merasa sedihkah bulan yg  penuh berkah ini meninggalkan kita?

adakah yang bisa menjamin tahun depan kita masih bisa bertemu ramadan? baik kita yg pergi atau ramadan yg tak kembali menyapa..

tidakkah merasa rindu dengan suara tadarus yg bersahutan, mengejar target bulan ramadan.

suara kentongan yg membangunkan kita sahur,

atau adzan magrib dengan hidangan biasa yg terlihat sangat lezat, diatas meja?

tidakkah merasa rindu ketika semua meluangkan waktu berjalan menuju masjid yg pada hari biasa nyaris tak punya waktu untuk meluangkan?

tidakkah tengerokonmu tercekit membaca renungan ini..

tidakkah hatimu tergerak sedikit saja untuk melakukan apa saja. amal, perbuatan baik kita dan tidak menyia-nyaiakannya barang sepersekian detik saja??

Allah, semoga kami dapat memaksimalkan ibadah kita hari ini, agar tidak menjadi manusia yg menyesal..

It’s Our last day of Ramadan …

Who can guarantee that we’ll still have opportunity to see the next Ramadan?

let’s maximize our worship,our good deeds. today! Right now!

how i begin to cry, ramadan is leaving us..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s