Sebuah coretan..

tulisan ini dibuat untuk pengingat diri saya kelak..

…………………………..

Pagi ini terasa agak diluar biasanya, hujan, ya hujan dan wangi khasnya yang sangat saya sukai sejak kecil.

saya menyebutnya “wangi hujan”, sebuah istilah buat diri saya sendiri, sebab sebenarnya itu hanya  wangi tanah ketika terkena air dan itu biasa. menurut saya tidak biasa.

It’s been 1 years since first time I do this daily-routine. Seperti biasa, tiap pagi ke lab untuk melakukan eksperimen, kerjaan yang sama, alat yang sama, jalan yang sama, orang-orang yang sama.

Membosankan?

Saya berusaha menghirup panjang-panjang udara pagi. Merasakannya di sela-sela alveoli saya. dan menghembuskannya sambil mempercepat kaki agak kencang. Jantung saya berdegup. Dan kadang langkah saya terhenti hanya untuk memandangi sekeliling saya. Tak pernah saya temui kesamaan tiap hari-harinya.

Tiba-tiba saja saya dikagetkan dengan sakura yang meluluh, kini daunnya menjadi hijau. Saya masih ingat sekali ketika pohon itu hanya kumpulan ranting di musim dingin, lalu berubah jadi kuncup-kuncup sakura, dan ketika sakura lebat, saya berfoto dibawahnya, sekarang kembali hijau.

Atau tentang suara burung yg selalu menemani pagi saya (walaupun pagi ini saya nggak dengar, karena hujan). wah ternyata nyanyiannya beda dengan burung tanah air ya. subhanallah.

Atau tentang wangi masakan yang mengingatkan saya akan rumah. Halusinasi apa yg membawa saya pagi ini mencium bau peuyeum?

Saya kemudian tersenyum simpul, kebosanan itu tak akan bisa dihindari, semua orang tau. Tapi jika kita mau lihat semuanya lebih teliti, Allah memfasilitasi semuanya agar kita ngga ngerasa bosan. Ga akan pernah ada hari yang sama persis seperti hari kemarin.

I’m now in Korea..

Entah nasib apa yang membawa saya kesini.  Setahun yang lalu, bulan februari, saya masih ingat betul dirangkul mama, merasakan dekapannya erat, sambil mengelus punggungku.

Saya yakin sama dengan mama-mama yang lain ketika melepas anaknya di Negara lain, yang bebeda adatnya, bahkan tak beragama, tanpa saudara, tanpa mengerti bahasanya.

Saat itu sambil menguatkan diri sendiri, saya berjanji akan jaga kepercaan mama untuk dapat survive.

Hidup diluar dengan keluarga memang saya akui susah..

menyamakan pikiran, kadang berbenturan dengan pemikiran yg lain,

apa yg menurut kita benar belum tentu dibilang benar. yang sulit, jika kita niat baik tapi dipandang sebaliknya. atau sebaliknya, kita menyangka orang ini dan itu, padahal sebaliknya.

jika itu keluarga sesungguhnya mungkin hal ini tidak akan terjadi.

ini bukan pengeluhan, tapi benar sebuah media pembelajaran.

kedepannya toh yang namanya manusia akan bersosialisasi dengan lebih dari sekian juta karakter,,, dan ini hanya sepersekiannya.

pengalaman ngebuat kita jadi dewasa,kan.

ga ada makanan halal jadi sering masak.

ga ada masjid, semuanya jadi masjid (kita bisa jadi shalat dimana aja)

ga bisa beli jilbab, sekarang bisa pake pashmina. (halah)

semuanya merupakan rangkaian cerita. dan saya akan terus bercerita,

ini sebuah coretan yg harus saya ingat kelak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s